BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Anda telah memasuki abad informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dijadikan kekuasaan (power). Informasi telah digunakan oleh perusahaan sebagai strategi untuk mendapatkan competitive advantage. Banyak organisasi bisnis yang memahami bahwa apa yang mereka tidak ketahui dapat menjadi sumber keuntungan bagi pesaing.
Pada saat ini hampir tidak ada organisasi yang tidak terkena imbas perkembangan teknologi. Masyarakat sekarang telah memanfaatkan IT hampir dalam seluruh aktivitas hidupnya. Handphone (HP) adalah salah satu contoh yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. HP pun sudah sangat canggih yang dapat menghubungkan dirinya dengan dunia. Saat ini dunia sudah ada di tangan setiap orang yang memanfaatkan teknologi informasi.
Organisasi bisnis pun telah menerapkan teknologi informasi untuk berbagai keperluan, mulai dari melakukan transaksi, menyimpan data, mempromosikan produk, menyajikan laporan keuangan, dan sebagainya.
Dalam kenyataannya tidak semua organisasi bisnis memiliki teknologi informasi yang dapat mendukung aktivitas utamanya. Sebuah pabrik sepatu hanya memiliki pabrik, karyawan, kantor, dan peralatan lainnya. Perusahaan tersebut memproduksi barang, kemudian meletakkannya di pasar-pasar. Jangkauan pemasarannya pun sangat terbatas, maksimal hanya pasar nasional. Jika perusahaannya sudah besar dan para manajernya melek teknologi, umumnya mereka mampu mengembangkan divisi teknologi informasi. Namun, tidak sedikit perusahaan yang besar, tetapi masih berpikiran sangat konvensional. Mereka hanya memproduksi dan memasarkan saja secara terus-menerus.
Bagaimana halnya dengan usaha-usaha kecil yang tidak banyak memiliki modal? Mereka harus memproduksi barang dan memasarkannya dalam pasar yang sangat sempit. Hal tersebut tidak akan berkembang menjadi besar kapan pun, karena biaya promosi begitu besar jika dilakukan secara tradisional. Sebenarnya mereka ingin memiliki teknologi informasi, tetapi investasi awaln sangat besar untuk dapat membangunnya. Untuk itu, organisasi saat ini sering melakukan outsourcing teknologi informasi dalam pengembangan maupun penerapannya.
B. Permasalahan
Terkait dengan penggunaan teknologi informasi dalam organisasi, berikut permasalahan yang hendak dijawab dalam tulisan ini:
- Mengapa ada organisasi yang memilih outsourcing, tetapi ada pula yang memilih insourcing? Apa alasan mereka?
- Apa keuntungan dan kelemahan pengembangan sistem informasi dengan outsourcing dibandingkan dengan insourcing?
- Faktor apa yang dapat menjadi kunci kesuksesan IT outsourcing?
- Faktor apa yang menjadi pertimbangan dalam memilih penyedia jasa (vendor) outsourcing?
- Area IT apa saja yang dapat dilakukan outsourcing?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan paper ini adalah untuk menganalisis pengembangan IT outsourcing pada suatu organisasi.
D. Metode Penulisan
Paper ini disusun dengan metode deskriptif analitis, dengan data-data sekunder yang diperoleh dari buku teks, publikasi, internet dan studi kepustakaan lainnya.
BAB II
LANDASAN TEORI
Menurut O’Brien (2007), pengembangan dan penerapan teknologi informasi dengan cara outsourcing dapat dilakukan dengan acuan sebagai berikut.
A. Alasan Perusahaan melakukan Outsourcing IT.
Terdapat sepuluh alasan IT outsourcing, yaitu:
- Mengurangi dan mengendalikan biaya operasi (reduce and control operating costs);
- Meningkatkan fokus perusahaan (improve company fokus);
- Memperoleh akses kemampuan bertaraf kelas dunia (gain access to world-class capabilities);
- Penggunaan sumber daya perusahaan dapat dilakukan untuk tujuan lain (free internal resources for other purposes);
- Sumber daya yang diperlukan tidak dimiliki oleh perusahaan (necessary resources are not available internally)
- Memperoleh manfaat perekayasaan yang sangat cepat (accelerate reengineering benefits)
- Fungsi IT yang ada sulit untuk dilakukan pengelolaan secara internal atau di luar kendali (function is difficult to manage internally or is out of control);
- Dana modal yang dimiliki perusahaan masih tersedia/tidak habis (make capital funds available);
- Membagi risiko (sharing risks);
- Infusi kas (cash infusion).
B. Faktor Kunci Keberhasilan Outsourcing IT.
Terdapat sepuluh faktor kunci keberhasilan IT outsourcing, yaitu:
- Adanya pemahaman atas tujuan dan sasaran perusahaan (understand company goals and objectives);
- Adanya rencana dan visi stratejik (a strategic vision and plan);
- Dilakukan pemilihan vendor yang tepat (selecting the right vendor);
- Adanya hubungan dengan manajemen yang terus-menerus (ongoing management of the relationship);
- Adanya struktur kontrak yang tepat (a properly structured contract);
- Adanya komunikasi terbuka dengan pihak atau kelompok yang dipengaruhi teknologi informasi (open communication with affected individuals/groups);
- Adanya dukungan dan keterlibatan manajer senior (senior executive support and incolvement);
- Adanya perhatian penuh pada masalah personal/SDM (carefull attention to personnel issues);
- Adanya penyesuaian keuangan dalam periode jangka pendek (near term financial justification);
- Penggunaan tenaga ahli dari luar (use of outside expertise).
C. Faktor-faktor Pertimbangan Pemilihan Vendor Outsourcing IT.
Terdapat sepuluh pertimbangan dalam pemilihan vendor IT outsourcing, yaitu:
- Adanya komitmen vendor terhadap kualitas (commitment to quality);
- Harga yang ditawarkan vendor (price);
- Reputasi atau referensi kepada vendor (references/reputation);
- Persyaratan kontrak yang fleksibel (flexible contract terms);
- Ruang lingkup area/sumber daya yang digunakan (scope of resources);
- Adanya tambahan value-added kemampuan IT yang disediakan vendor (additional value added capability);
- Kesesuaian budaya organisasi dengan budaya vendor (cultural match);
- Hubungan baik yang telah terjalin dengan vendor (existing relationship);
- Lokasi vendor (location);
- Lainnya (other).
D. Area Teknologi Informasi yang dilakukan Outsourcing.
Terdapat sepuluh area teknologi informasi yang sering dilakukan outsourcing dari vendor IT, yaitu:
- Pemeliharaan dan perbaikan (maintenance and repair);
- Pelatihan (training);
- Pengembangan aplikasi (application development);
- Konsultansi dan perekayasaan (consulting and reengineering);
- Pusat data mainframe (mainframe data centers);
- Layanan dan administrasi klien/server (client/server services and administration);
- Administrasi jaringan (network administration);
- Layanan desktop (desktop services);
- Dukungan pengguna akhir (end-user support);
- Outsourcing IT secara total (total IT outsourcing).
BAB III
PEMBAHASAN
A. Umum
Outsourcing adalah suatu pengalihan aktivitas perusahaan baik barang atau jasa ke perusahaan lain. Information Technology (IT) outsourcing adalah kontrak tambahan dari sebagian atau keseluruhan fungsi IT dari perusahaan kepada pencari outsourcing external. Chen dan Perry mengatakan bahwa IT outsourcing merupakan pemanfaatan organisasi eksternal untuk memproduksi atau membuat jasa teknologi informasi. Jasa IT yang biasanya di-outsourcing adalah jaringan, desktop, aplikasi dan web hosting (http://ferry1002. blog.binusian.org/?p=128).
Carrie dan Indrajit membedakan IT outsourcing ke dalam empat bagian, yaitu:
- total outsourcing, yaitu sepenuhnya menyerahkan semuanya ke pihak lain, baik hardware, software, dan brainware;
- total insourcing, peminjaman atau penyewaan sumber daya manusia yang dimiliki oleh pihak lain yang dipakai dalam jangka waktu tertentu;
- selective sourcing, perusahaan memilah-milah bagian mana yang akan di serah ke pada pihak lain, dan bagian yang akan dikelola oleh perusahana sendiri; dan
- de facto insourcing, menyerahkan semua yang menyangkut IT ke perusahaan lain dikarenakan adanya latar belakang sejarah.
B. Alasan Perusahaan Melakukan Outsourcing IT
Perusahaan melakukan outsourcing IT memiliki berbagai macam alasan. Pada umumnya mereka adalah pihak yang pro-outsourcing. Alasan utama outsourcing IT diuraikan berikut ini.
- Dapat lebih fokus kepada core business yang sedang dijalankan
Perusahaan yang bisnis intinya bukan IT, lebih baik mengurusi bisnisnya. Hal ini disebabkan mengelola IT memerlukan sumber daya baru dengan kompleksitas yang beraneka ragam. Pengelolaan IT lebih baik diserahkan kepada perusahaan IT—yang memang ahlinya—sehingga tidak menguras sumber daya perusahaan untuk mengurusi IT yang belum tentu dapat ditanganinya dengan baik.
- Dapat mengurangi biaya
Biaya investasi awal, biaya rekrutmen pegawai IT, biaya pelatihan, biaya perawatan, dan biaya tak terduga lainnya bisa muncul jika perusahaan mengelola IT-nya sendiri. Biaya-biaya tersebut menjadi berkurang atau bahkan hilang sama sekali jika perusahaan menggunakan outsourcing IT, terutama jika total outsourcing.
- Dapat mengubah biaya investasi menjadi biaya belanja
Dengan outsourcing perusahaan bisa mengalihkan anggaran biaya investasi yang pada umumnya jumlahnya besar dengan waktu kembalian (payback period) yang cukup lama, menjadi biaya belanja (expense) yang jumlahnya relatif kecil dan dapat langsung terkait dengan pendapatan (matching cost against revenue).
- Tidak dipusingkan jika terjadi turnover tenaga kerja
Karena perusahaan tidak merekrut tenaga IT (semua disediakan vendor), perusahaan menjadi “terima bersih” atas hasil pekerjaan tanpa memikirkan tenaga kerja IT tersebut.
- Merupakan modernisasi dunia usaha
Salah satu modernisasi dunia usaha dicirikan adanya tenaga outsourcing sehingga biaya pegawai yang ada merupakan variable cost.
- Efektivitas manpower
Sumber daya manusia outsourcing lebih produktif bekerja daripada pegawai sendiri karena jika kinerjanya buruk, mereka akan mudah dipecat.
- Efisiensi waktu dan tenaga hanya untuk pekerjaan utama
SDM dan waktu yang dimiliki perusahaan tidak perlu dikerahkan untuk suatu pekerjaan yang bukan merupakan inti bisnis.
- Memberdayakan anak perusahaan
Perusahaan dapat melakukan outsourcing kepada anak perusahaan yang bergerak di bidang IT.
- Dealing with unpredicted business condition
Dengan outsourcing, perusahaan dapat mengurangi kekhawatiran tentang ketidakpastian bisnis masa depan atas investasi yang telah ditanamkan. Hal ini mengingat investasi IT memerlukan biaya besar dan IT mengalami perkembangan serta perubahan yang sangat cepat sehingga tingkat penyusutannya sangat cepat.
Namun, terdapat pihak yang kontra terhadap opsi outsourcing IT. Alasan penolaka outsourcing IT diuraikan berikut ini.
- Status ketenagakerjaan yang tidak pasti
Pegawai outsourcing memiliki posisi yang lemah, bisa di-PHK kapan saja ketika dianggap kinerjanya tidak memuaskan.
- Adanya perbedaan kompensasi dan benefit antara tenaga kerja internal dengan tenaga kerja outsourcing
Hal ini dapat mengakibatkan kecemburuan sosial yang pada akhirnya mempengaruhi moral dan kinerja karyawan.
- Career path dari outsourcing kurang terencana dan kurang terarah.
Karena tenaga outsourcing bukan pegawai tetap, maka tidak ada kejelasan kariernya.
- Para pihak pengguna jasa memungkinkan memutuskan hubungan kerjasama
Pemutusan kerja sama dengan pihak outsourcing provider secara sepihak dapat mengakibatkan status mereka tidak jelas.
C. Keuntungan dan Kerugian Outsourcing IT
Perusahaan yang melakukan outsourcing IT akan memperoleh beberapa manfaat berikut ini.
1. Teknologi yang maju
Chen dan Perry mengatakan bahwa IT sourcing memberikan kemajuan teknologi kepada organisasi klien dan pengalaman personil. Suatu perusahaan memiliki kemajuan teknologi jika teknologi tersebut dapat membantu perusahaan dalam menyelesaikan masalahnya, dan teknologi tersebut tidak tergantung kepada vendor sebagai penyedia IT outsourcing tersebut.
2. Cashflow
Jasa yang disediakan oleh vendor relatif lebih murah dibanding jika perusahaan mengusahakannya sendiri. Outsourcing dapat membantu pengelolaan arus kas sebab perusahaan tidak perlu melakukan penanaman modal awal besar. Biasanya vendor memiliki kebijakan free-for-service basis. Perusahaan dapat dibebaskan dari pembelian aset IT melalui outsourcing. Perusahaan tidak akan dibebani dengan biaya pembelian, pengembangan, pemeliharaan dan pengelolaan aset-aset IT yang mahal.
3. Pemusatan aktivitas inti
Perusahaan dapat lebih berkonsentrasi pada kegiatan operasinya dan dapat mengendalikan jumlah tugas sehingga kegiatan operasi perusahaan dapat menjadi sempurna.
4. Kebutuhan akan personil IT
Penggunaan IT sourcing oleh suatu perusahaan menggambarkan kurangnya personil IT dalam satu perusahaan tersebut. Vendor memiliki resources yang lebih besar, maka alangkah baiknya jika perusahaan tersebut menggunakan IT outsourcing staff yang berasal dari vendor.
5. Fleksibilitas penggunaan teknologi
Outsourcing dipertimbankan sebagai langkah manajemen risiko yang lebih baik, sebab segala risiko yang dihadapi dilimpahkan kepada vendor yang bertanggung jawab dalam memperbaharui teknologi.
Adapun kerugiannya adalah menimbulkan beberapa risiko dan permasalahan di bawah ini.
1. Legalitas
Salah satu komponen penting dalam outsourcing adalah kontrak. Dalam kontrak dijelaskan mengenai layanan vendor kepada penyedia, diskusi financial, dan legal issue. Ini akan dijadikan blueprint sebagai bentuk persetujuan mereka. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pembuatan kontrak yaitu service level agreements, penalties for non-performance, contract length, flexibility, post-outsourcing, dan vendor standart contract. Ini merupakan risiko yang perlu diperhatikan agar IT outsourcing tidak menjadi masalah bagi perusahaan.
2. Penyalahgunaan informasi
Informasi merupakan aset berharga bagi perusahaan, yang jika tidak diselewengkan oleh vendor, akan menjadi masalah bagi perusahaan tersebut.
3. Tidak sesuai kebutuhan
Dalam menetapkan strategi hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan IT outsourcing (outsourcing scope), yang meliputi total outsourcing dan selective outsourcing. Jika tidak sesuai kebutuhan, outsourcing hanya akan membengkakkan biaya kontrak saja.
4. Loss of flexibility
Jika menandatangani kontrak outsourcing yang berjangka lebih dari 3 tahun, maka dapat mengurangi fleksibilitas. Seandainya ada kebutuhan bisnis yang berubah, perkembangan teknologi yang menciptakan peluang baru dan adanya penurunan harga, maka klien harus merundingkan kembali kontraknya.
5. Managerial control issue
Pengambilan keputusan hanyalah di kendalikan oleh sebagian kecil para eksekutif senior saja, sedangkan para departement IT yang lebih mengetahui kebutuhan IT perusahaan dikendalikan oleh atasan saja.
6. Beban financial
Ada biaya hidden cost, yaitu biaya di luar jasa standar, biaya pencarian vendor (melibatkan aktivitas yang mahal seperti riset, wawancara, evaluasi dan kunjungan lokasi luar negri, dan pemilihan akhir suatu penjualan), biaya transisi (transisi meliputi penyusunan, penarikan kembali dan penampungan yang dilakukan oleh vendor), dan biaya post outsourcing.
7. Pelanggaran ketentuan outsourcing
Agar biaya produksi perusahaan berkurang, perusahaan terkadang melanggar ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan sehingga sering terjadi demo para buruh-buruh yang ada.
D. Kunci Kesuksesan Outsourcing IT
Perusahaan yang melakukan outsourcing IT bisa sukses ataupun gagal. Berdasarkan survai yang dilakukan oleh Lacity kepada 1000 CIO perusahaan di US dan UK Lesson, berikut pelajaran yang bisa diambil (http://triatmono. wordpress.com/2007/11/28/best-practice-it-outsourcing/):
- selective sourcing
Seandar 20 – 30% dari IT budget dapat dialokasikan untuk outsourcing, sisanya untuk kebutuhan internal. Selective sourcing ini lebih sukses daripada total insourcing (lebih dari 80% untuk alokasi internal) ataupun total outsourcing, dimana lebih 80% IT Budget untuk perusahaan lain.
- short term-contract
Contract dengan IT Outsourcer sebaiknya 1 – 3 tahun. Banyak kasus yang merenegosiasi terkait dengan long-term contract. Lacity menunjukkan seperti kasus Enron yang punya 7-years contract dengan EDS senilai USD 2 billion merenegosiasi contract setelah 3 tahun. Demikian pula Xerox dengan EDS, 10-years contract senilai USD 3.2 billion juga direnegosiasi setelah berjalan 2 tahun.
- kolaborasi antara Senior Executives dan IT Manager
Hal ini menyangkut suatu kebutuhan antara ‘political power’ dan ‘technical skills’. Jika hanya IT Manager saja ataupun Senior Executives saja yang melakukan, maka tidak akan berhasil.
E. Pertimbangan Pemilihan Vendor Outsourcing IT
Dalam melakukan outsourcing IT, perusahaan perlu mempertimbangkan hal-hal berikut ini.
1. Harga
Dengan kualitas yang sama dengan para penyedia jasa lainnya, dipilihlah vendor yang menawarkan harga paling ekonomis dan masih di bawah pagu yang dianggarkan perusahan.
2. Reputasi yang baik dari pihak outsourcing provider
Riwayat penyedia jasa kepada perusahaan sebelumnya menjadi referensi pemilihan vendor ini. Harus dipastikan bahwa hanya vendor yang memiliki reputasi baik yang dipilih sebagai penyedia jasa. Ini menjadi pertimbangan penting karena menyangkut kapabilitas dan moralitas vendor yang akan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.
3. Kompetensi vendor outsourcing
Tenaga kerja yang dimiliki vendor harus sesuai dengan yang dibutuhkan oleh perusahaan dan memiliki pengetahuan tentang bentuk kegiatan bisnis perusahaan.
Adapun perusahaan memilih outsourcing atau bukan memerlukan pertimbangan berikut:
1. Dinamika Organisasi
Setiap organisasi selalu memiliki dinamika. Dinamika tersebut merupakan sebuah kelaziman bahkan keharusan bagi organisasi tersebut.
Dengan demikian strategi organisasi pun harus mampu beradaptasi dengan dinamika tersebut agar selalu mampu memenangi kompetisi atau minimalnya bertahan.
Salah satu strategi paling umum dalam beradaptasi dengan dinamika tersebut adalah membuat sistem yang mampu dieksekusi secara efisien, efektif dan tidak bergantung kepada pihak manapun. Dengan demikian, mari kita kalkulasikan berapa biaya yang harus dikeluarkan baik secara finansial maupun nonfinansial yang terkait dengan efisiensi, efektifitas dan ketidakbergantungan tersebut.
Hanya yang pasti, semakin organisasi ita tidak bergantung kepada individu ataupun pihak-pihak tertentu maka dapat kematangan sistem yang beroperasi di dalamnya semakin teruji.
2. Manajemen Perubahan Organisasi
Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Pilihan setiap individu maupun organisasi untuk tetap menjadi pemenang atau minimalnya bertahan di dalam hidup ini adalah mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada.
Tentu saja perubahan tersebut harus dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya supaya memberikan keuntungan kepada kita. Upaya pemanfaatan tersebut harus dikelola dengan sebuah sistem manajemen perubahan supaya setiap individu di dalam organisasi mampu beradaptasi secara proporsional dengan gesekan seminimal mungkin. Sebagai salah satu pilar strategis organisasi yaitu pemanfaatan IT menuntut hal yang sama. Pemanfaatan IT harus dikelola dalam sebuah sistem manajemen perubahan tersebut. Hal ini tentu saja kembali lagi pada kalkulasi yang kita lakukan. Kalkulasi yang terkait dengan efisiensi, efektifitas dan ketidakbergantungan atas sumber daya individual maupun eksternal.
3. Ketersediaan Sumber Daya
Setiap strategi selalu bergantung dari daya dukung sumber daya yang dimilikinya.Strategi terbaik adalah perencanaan yang disusun dengan berbasiskan sumber daya empiris yang dimiliki dan kemampuan untuk memanfaatkannya semaksimal mungkin. Kemampuan untuk bersikap realistis terhadap ketersediaan sumber daya merupakan hal penting dalam implementasi IT di dalam organisasi kita. Jika memang menurut kalkulasi kita sumber daya yang tersedia tidak dapat mendukung strategi obyektif organisasi maka pilihannya adalah melakukan alih-sumberdaya (outsourcing) atau mengubah strategi tersebut menjadi mengikuti kemampuan daya dukung sumber daya yang tersedia.
4. Keterkaitan dengan Pihak-Pihak Eksternal
Seluruh organisasi selalu memiliki hubungan dan keterkaitan dengan pihak-pihak di luar organisasi tersebut dengan berbagai tujuan serta kebutuhan. Pihak-pihak eksternal tersebut memiliki kontribusi dalam membesarkan atau mungkin menghancurkan organisasi kita. Tata-kelola IT di dalam organisasi kita memiliki dampak terhadap pihak-pihak eksternal tersebut. Salah satu contoh kasus adalah pemanfaatan e-SCM (electronic supply chain management).
Jika organisasi kita adalah supplier bagi perusahaan X yang mewajibkan seluruh vendor-nya melakukan transaksi melalui sistem informasi e-SCM yang mereka sediakan maka organisasi kita hanya memiliki pilihan untuk terintegrasi di dalamnya atau keluar sebagai supplier. Dari sisi ini maka jika kita tetap ingin menjadi supplier, infrastruktur IT organisasi kita harus mampu mengakomodir hal tersebut. Saat melakukan eksekusi kita harus melakukan kalkulasi mengenai efisiensi, efektifitas dan ketidaktergantungan atas implementasinya.
5. Dinamika dan Perubahan di Bidang Teknologi
Saat ini teknologi berubah sangat cepat pemutakhirannya. Namun kita jangan terjebak dengan dinamika dan perubahan teknologi tersebut.
Hal terpenting yang harus diingat adalah kenyataan bahwa teknologi hanya sekedar alat. Secanggih apapun alat yang kita gunakan, tidak akan memberikan manfaat apapun jika tidak digunakan secara tepat-guna dan berdaya-guna.
Namun kita juga tetap harus fokus pada tujuan terpenting organisasi mengenai efisiensi, efektifitas dan ketidakbergantungan terhadap pihak lain.
Selama produk termutakhir dari dinamika dan perubahan tersebut mampu meningkatkan hal-hal tersebut di atas maka jangan segan-segan untuk memanfaatkannya.
Tapi tentu saja kita harus melakukan kalkulasi yang cermat dan menyeluruh sebelumnya.
Jika melihat catatan-catatan di atas, tercantum mengenai penekanan masalah efisiensi, efektifitas dan ketidakbergantungan terhadap pihak eksternal.
Mungkin bagi sebagian organisasi, aktivitas kalkulasi tersebut masih membingungkan dan minim literasi atau bahkan best-practises yang memadai.
Maka jangan segan-segan untuk menghubungi konsultan yang kompeten dan memiliki kapabalitas yang memadai di bidang tersebut untuk membantu kita.
F. Area IT yang Dilakukan Outsourcing
Beberapa bidang IT yang umumnya dilakukan outsourcing adalah:
- Backup data dan recover jika terjadi kerusakan
- Memantau Sekuritas Sistem
- Penanganan Anti-virus dan anti-spam
- Manajemen Konektivitas Internet
- Memantau Operasional Server
- Manajemen E-mail system
- Manajemen Router, Proxy dan Firewall
- Manajemen dan Pelaporan Asset & Inventaris IT
- Perawatan Berkala terhadap seluruh System Komputerisasi
- Perencanaan Manajemen Sistem Informasi Strategis
- Pelaporan secara berkesinambungan
BAB IV
PENUTUP
Berdasarkan pembahasan di atas berikut dibuat beberapa kesimpulan.
- Outsourcing bisa menjadi solusi terbaik dalam menjaga kepastian jumlah pengeluaran perusahaan dan menekan risiko secara bersamaan. Dengan melibatkan pihak lain dalam melakukan pengawasan dan tindakan terhadap sebagian dari kegiatan operasional sehari-hari, perusahaan akan memperoleh kemudahan untuk bisa lebih serius menangani bisnis utamanya. Bisnis teknologi informasi pun memiliki prospek yang cukup cerah di masa depan. Apalagi teknologi informasi adalah dunia yang perubahan paradigma dan solusinya bergerak sangat cepat. Maka tentunya para pengguna barang atau jasa teknologi informasi akan lebih minim dalam risiko jika mereka melakukan kerjasama outsourcing.
- Dengan waktu kerjasama yang relatif pendek, sistem pembayaran yang luwes dan skema kerjasama yang dapat dihentikan di tengah masa kerjasama, para pelaku usaha akan cenderung memilih solusi tersebut dibandingkan jika harus secara mandiri membangun divisi yang khusus mengelolanya.
- Namun, kita harus mempertimbangkan keuntungan dan kerugian outsourcing IT serta memperhatikan faktor lain yang terkait dengan outsourcing tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
http://triatmono.wordpress.com/2007/11/28/best-practice-it-outsourcing/
http://riyantosuwito.wordpress.com/2009/04/01/business-process-outsourcing-untuk-ukm
http://www.maestroglobal.info/effisiensi-dan-penghematan-biaya-melalui-it-outsourcing
http://blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/02/it-outsourcing/
https://rivafauziah.wordpress.com/2008/01/26/it-outsourcing/
http://www.iimrusyamsi.com/2008/04/10/it-outsourcing-bisnis-masa-depan/
http://blog.i-tech.ac.id/deasy/2009/08/11/kasus-it-outsourcing-pengolahan-data/
http://anto.web.id/2010/03/31/konsolidasi-ti-demi-persaingan-bisnis/
http://theoutsourcingblog.com/2009/11/09/on-the-software-development-outsourcing/
http://www.biskom.web.id/2008/07/22/outsourcing-solusi-sistem-informasi-masa-depan.bwi
http://www.setiabudi.name/archives/1141
http://www.ekurniawan.net/artikel-it/pentingnya-outsourcing-bidang-teknologi-informasi-2.html
http://syopian.net/blog/?p=242#comment-232
http://sandy-adisutiyono.blogspot.com/2010/03/strategi-outsourcing-lion-air.html
http://www.aiosolutions.com/IT-Blog/2010/04/13/why-managed-it-services-are-better/
http://betley.wordpress.com/2009/09/14/wirausaha-ti-sulitkah
